Skenario atau Kebetulan?


Kadang aku kerap kali menertawakan apa yang aku alami. Memikirkan kenapa hal-hal seperti itu bisa benar-benar terjadi dalam hidupku. Entah, kebetulan itu benarkah ada atau tidak. Ada yang berkata tidak ada yang namanya kebetulan. Segala sesuatu yang terjadi di dunia dan segala sesuatu yang kita alami, semuanya sudah menjadi bagian skenario dari Sang Pencipta.

Bagaimana aku tidak tertawa kecil menertawai diri sendiri? Begitu banyak khayalan-khayalan atau imajinasi isengku yang secara kebetulan benar-benar terjadi berkali-kali. Aku suka membayangkan sesuatu yang belum terjadi. Itu pekerjaan isengku yang menurutku menyenangkan.

Pernah pada suatu ketika aku dengan nakalnya bertaruh kepada diriku sendiri akan sesuatu yang aku bayangkan untuk terjadi. Tanpa aku rencanakan sama sekali karena itu bukan sesuatu yang bisa direncanakan. Sungguh kecil kemungkinan kejadian tersebut terjadi, tapi bisa saja terjadi. Entah kebetulan atau memang itulah takdir, kejadian yang aku pikirkan itu benar-benar terjadi. Kejadian yang aku pikirkan dalam pikiranku “Seandainya...” dan “Kalau saja...” kerap terjadi.

Begitu pun ketika aku kuliah, ada juga hal yang berkali-kali terjadi dan itu sangat menolongku. Misalnya men-delay deadline pada saat aku mencapai limitku, ini yang sering terjadi. Hingga terbesit, sepertinya aku selalu diperhatikan dan mendapat perhatian khusus dari Tuhanku. Aku yakin itu semua karena doa dari orang-orang yang menyayangiku yang selalu menyertaiku. Selalu saja ada jalan keluar ketika kakiku mulai hampir membatu mencari pintu keluar.


0 komentar: