Melukis Memori
Hidup dalam kepuraan tidaklah menyenangkan. Berpura menjadi orang lain untuk menyenangkan orang lain. Berpura-pura kuat agar terlihat tangguh, berpura-pura benci ataupun lainnya. Mereka yang berpura-pura hanya takut. Mereka kumpulan penakut yang tidak mampu mengahadapi dan menerima kenyataan. Sekumpulan penakut yang takut akan hal yang belum terjadi. Dan itu hanya akan menuntunnya ke dalam penyesalan.Asal tahu saja, bila hidup selalu berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, maka tidaklah akan menyenangkan lagi. Jika selalu sesuai dengan keinginan, maka tidak ada yang berusaha lebih dan lebih keras. Hanya berpikir cukup begini dan cukup begitu, berbuat seadanya untuk hasil yang seadanya.
Cukup menjadi diri sendiri, siap, dan berani. Kumpulkan keberanian dengan memandang mereka yang selalu mendorong dari belakang, mereka yang selalu siap menyagga setiap kali hendak jatuh. Siaplah mengahadapi apapun dan jangan sekalipun mengelak, karena sekali saja kita menghidar maka kita akan mencobanya mengulanginya lagi dan lagi. Ingat, Allah tidak akan memberi cobaan diluar batas kemampuan kita.
Menemukan sisi menarik dalam perjalanan hidup ini merupakan suatu kesenangan tersendiri dalam menikmati prosesnya. Kadang kita terlalu cepat mengeluh sebelum lebih besabar untuk dapat bersyukur atas apa yang kita peroleh, atas apa yang kita miliki, dan atas hasil akhir yang kadang diluar ekspetasi.
Hidup ini akan menyenangkan bila kita menganggapnya menyenangkan. Hidup ini sulit jika kita menganggapnya sulit. Hidup ini adalah cerminan dari sudut pandang kita dalam menilai hidup. Potret setiap detik perjalanan kita. Percayalah kita nanti akan tertawa dan tersenyum ketika menilik kembali potret kita yang kuat akan kenangan. Kita akan dengan bangga memperlihatkan dan menceritakan kisah kita ke anak dan cucu kita nanti.









0 komentar: