Perasaan
Hei Sobat, adakah sesuatu yang kamu takuti? Adakah sesuatu yang menakutkan bagimu? Apa itu? Aku yakin tak seorangpun yang tak memiliki rasa takut. Menurutku rasa takut itu muncul dari perasaan cemas atau khawatir dari dalam hati. Aku sendiri, hal yang membuatku takut adalah mengecewakan seseorang yang berharga, (piihhh) maksudku orang yang aku cinta. Maaf, lidahku masih belum begitu fasih mengatakan “cinta”. Tapi di sini aku tidak membahas tentang rasa takut, melainkan tentang perasaan dari seorang manusia. Menurutku hal yang menakutkan di dunia ini adalah perasaan dari manusia itu sendiri.
Perasaan itu hal paling misterius. Perasaan itu tidak terlihat, sulit untuk dipahami, sulit untuk dibaca, dan tak tentu. Perasaan itu menakutkan ketika ada yang mencoba menerkanya. Tidak sedikit orang yang suka menerka perasaan orang lain dan terluka. Tapi tidak sedikit pula yang bahagia karena berhasil menerkanya.
Perasaan seperti diselimuti sesuatu yang tidak terlihat tapi mampu untuk menyembunyikan perasaan. Perasaan itu menjadi hal yang menakutkan ketika kita mencoba menerka ketika kita mencoba menerka pada saat suasana hati kita sedang tidak baik. Suasana hati di sini bisa diartikan perasaan juga. Maksud baik pun bisa diartikan menjadi sesuatu yang jahat hanya karena suasana hati (perasaan). Senyuman bisa berarti sindiran, perhatian bisa berarti mencampuri urusan orang lain. Perasaan salah satu penyebab dari terjadinya banyak pertikaian walapun ada yang tidak secara langsung dan sembunyi-sembunyi.
Sebaris kalimat bisa menjadi memiliki banyak makna hanya karena suasana hati pembacanya. Bisa bermakna positif atau negatif, menyesuaikan suasana hati pembacanya saat itu.
Dalam kasus perasaan, orang-orang yang peka sering kali menjadi korban ialah orang-orang yang terlalu peka. Orang yang peka sangat mudah merasa tidak enak, bahkan terhadap suatu hal yang kecil dan sepele. Mudah menyalahkan diri sendiri dan cenderung diam karena takut berbuat kesalahan yang bisa menyakiti orang lain.
Yah, kayak gueee... Haha









0 komentar: